Pages

Kamis, 20 Mei 2010

jangan didik anakmu

Jangan didik anakmu laki-laki
Bahwa kekuatan dan keperkasaan adalah segalanya
Ajari dia untuk mencintai dan menerima
dirinya apa adanya

Jangan didik anakmu laki-laki
Untuk mengejar kehormatan dan kekuasaan
Ajari dia tuk mengejar cinta kasih dan
kebijaksanaan

Jangan larang anakmu laki-laki jika ia menangis
Dan jangan katakan padanya bahwa laki-laki tak boleh cengeng
Ajari dia untuk mengenali dan menerima perasaannya
Bahwa air mata adalah anugrah Tuhan yang indah
Sehingga ia belajar unutk tidak frustasi oleh emosinya
Dan jika dewasa ia telah belajar untuk hidup dengan seutuhnya

Jangan didik anakmu perempuan
Bagaimana menjadi cantik
Ajari dia untuk mencintai dan menerima dirinya apa adanya

Jangan didik anakmu perempuan
Bagaimana untuk menyenangkan laki-laki
Ajari dia untuk menyenangkan hati Tuhan

Jangan larang anakmu perempuan
Jika ia menikmati melompat, berlari dan memanjat

Jika ia sudah menjelajah dan mengutak-atik benda
Jangan kau paksa dia untuk duduk manis, diam dan tenang
Karena jiwanya yang ingin bebas jadi dirinya sendiri
Dan rasa ingin tahunya yang telah Tuhan anugrahkan
Telah kau bonsai dan kau rusak sejak dini

Isilah rumahmu
dengan cinta, hikmat dan kebijaksanaan
Bukan dengan harta, gelar dan kekuasaan

Bagikanlah kepada anakmu laki-laki dan perempuan
Keindahan menikmati mentari pagi
Kehangatan rasa ketika menggemgam pasir
Kemesraan seekor kupu-kupu hinggap di atas bunga
Dan merdunya suara tetes-tetes hujan

Jika kau ingin anakmu rajin beribadah
Gemakan keberadaan Tuhan dalam dirimu

Ia takkan bisa kau paksa berdo'a dan sembahyang
ketika dia tidak dapat menangkapmakna ibadah darimu

Jika kau ingin anakmu mencintai pengetahuan
Pancarkan rasa ingin terus belajar
Nasihatmu tak akan membuatnya mau membaca
Ketika dia tak pernah meyaksikan engau menikmati buku

Jika kau ingin anakmu penuh kasih
tunjukkan cinta kasihmu kepadanya dan sesama
Kata-kata saja tidak akan mempan membuatnya mengasihi
Jika ia tak pernah merasakan cinta darimu

Untuk anakmu
Engkau adalah teladan yang utama
Tak perlu banyak kata, tiada perlu jutaan nasihat
Jika kau ingin anakmu hidup seperti yang kau inginkan
hiduplah demikian

Wallaahu a'lam bisshawab

karya Ibu Yasmin Sahab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger