
Suatu ketika, ketika pasukan Rasulullah SAW pulang dari perang badar, ada seorang wanita yang suami, anak dan saudaranya ikut berperang, wanita itu pun menyambut kepulangan pasukan dan kemudian bertanya kepada mereka : "Apakah RAsulullah selamat ?"
Salah seorang dari mereka lantas berkata : "Saudaramu meninggal dalam pertempuran."
Wanita itu kurang peduli dengan berita kematian saudaranya itu dan kembali bertanya : "lalu bagaimana dengan Rasulullah?"
"Beliau selamat."
"Mana beliau ? Aku belum tenang sebelum melihat beliau dengan kedua mataku sendiri."
Wanita itupun menerobos kerumunan pasukan seraya setelah beberapa langkah, ia dihadang oleh seseorang, orang itu menyapanya dengan nada iba, kemudia ia berkata : "Tabahkanlah hatimu, aku melihat suamimu meninggal dalam pertempuran."
Wanita itu juga kurang peduli dengan berita duka itu, ia justru bertanya "bagaimana dengan Rasulullah ? Beliau selamat, kan ?"
"Beliau selamat."
"Mana beliau ? Aku belum tenang sebelum melihat beliau."
Wanita itupun kembali menerobos kerumunan pasukan seraya berteriak "mana Rasulullah ?", setelah beberapa langkah, iapun ia dihadang lagi oleh seseorang, oran gitu meyapanya dengan nada iba dan berkata : "Tabahkanlah hatimu, aku melihat anakmu gugur di tangan musuh."
Wanita itu terus menerobos pasukan hingga tidak lama kemudian iapun menemukan Rasulullah, dan ia dapati beliau dalam keadaan baik-baik saja, maka iapun berucap dengan keras : "Alhamdulillah, selama Rasulullah sehat wal-afiyat maka musibah apapun tidaklah terasa berat."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar